Kebodohan

Katanya, kalau kamu sungguh mencintai seseorang, yang terpenting untuk kamu adalah bahagianya. Entah itu menyertakan kamu di dalamnya, entah tidak. Katanya kamu seharusnya bahagia untuk orang yang kamu cintai. Kalau ketiadaanmu akan membulatkan kebahagiaan orang itu, akankah kamu memilih ada? Kalau keberadaanmu akan menggenapkan bahagianya, akankah kamu memilih tiada? Kalau kamu tidak tahu yang mana, apa yang kamu pilih? Berada dalam ketiadaan atau tiada dalam keberadaan? Seperti orang-orang yang percaya bahwa setiap jiwa masih berkelana ketika jasadnya sudah membiru. Mungkin begitu? Entah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s