Percaya

#DearYou tidak ada yang benar-benar mau mendengarkan saya lagi. Mendengarkan saya bercerita tentang kamu. Mendengarkan saya bahwa saya bahagia walau hanya dengan mengingat kamu. Mereka bilang: bahagia kamu musibah buat aku. Tidak sedikit juga yang mengacuhkan, dan berkata:  bye! Ketika saya mulai bercerita tentang kamu.

Padahal saya percaya mereka itu teman. Padahal saya hanya butuh untuk di dengar. Tapi jika begitu yang bisa saya lakukan hanya menulis disini. Bercerita pada lembaran kertas maya ini. Mereka bisu, tapi mereka dengan sabar mendengarkan semuanya tentang kamu: tentang kangen, sedih, dan gembira.

Ada yang bilang, orang seperti  mereka itu hanya ada 2: membenci, atau berbicara di belakang kamu.

Saya berharap tidak ada yang termasuk dalam keduanya, tapi saya tidak tahu pasti. Mungkin begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s