Tiba-tiba Dicuekin

Rekor di D-in terlama sama dia adalah kemarin seharian penuh. Awal ngobrol biasa aja lancar, R terus, tapi selang beberapa menit bbm saya cuma di D. Sampe sahur, masih belum R. Sampe paginya masih belum berubah juga. Sampe akhirnya saya end chat, dan waktu sholat maghrib baru ada balasan. Ya saya bingung aja kenapa tiba-tiba obrolannya jadi berhenti, dan di D-in segitu lamanya. Sibuk? Iya kayanya. Yaudah, namanya jg hidup bahkan 1 detik kemudian aja kan gak ada yang tahu.. 🙂

Hari Untuk Dianda

“Ini..” kataku sambil memberi dia bunga dan sekotak kado.

“Aku gak tahu harus ngomong apa..” dia menatap aku dengan mata berkaca-kaca.

“Orang yang aku pengen ada disampingku, sekarang malah gak ada”

“Aku tahu..” aku menjawab lesu.

“Makasih buat bunganya” dia menunduk.

Aku memandang kamu yang sedang menunduk melihat bunga yang aku kasih.

“98 bunga mawar, dan jadi 99 sama kamu. Sama cantiknya..”

“Maaf jika itu dari aku, dan bukan dari orang yang kamu pengenin” lanjut aku.

***

98 bunga mawar sudah aku pegang, aku tersenyum melihatnya. Membayangkan kamu senyum juga melihatnya.

***

Bagian mana yang aku gak tahu soal kamu? Banyak, nda. Yang aku tahu, aku pengen ngebuat kamu senyum setiap hari, termasuk hari ini. Walau hari berpisah sama kamu jadi semakin dekat. Dan walau itu semua mungkin bukan yang kamu pengenin dari aku, tapi dari dia. Aku gak peduli, nda.

Hari ini: makan sama kamu, ngeliat kamu memejamkan mata karena kelelahan, nemenin kamu ke rumah sakit, nemenin kamu ke 7eleven, dengerin kamu telfon-telfonan sama dia (itu bagian sedikit nyeseknya sih), dan hal-hal lainnya yang aku lakuin sama kamu itu aku nikmatin setiap detiknya. Kalau itu hari terakhir aku, hari terakhir bisa sama kamu, aku gak akan pernah menyesalinya.

Semoga tercapai segala keinginan kamu, ya.

Tentang Saya Tentang Cinta

Saya tidak lagi ingin menjadi ‘tuli’ ketika kamu sedang berbincang di telfon dengan pacar kamu. Pacar kamu untuk saat ini adalah salah satu bagian bahagianya kamu, maka kalau kamu bahagia saya juga bahagia. Hati pasti ngilu, tapi biar waktu mengobati ngilu dan cemburu. Mencintai itu bukan hanya sekedar mendapat balasan setimpal sesuai sayang yang kita berikan, tapi lebih tentang bagaimana saya menunjukkannya, juga apa-apa yang saya lakukan untuknya karna memang itu yang ingin saya lakukan. Setidaknya itu menurut saya.

I’m in love with someone that I know can’t and will never love me back.

Minder

Kenapa saya sering berpikir: saya gak pantes suka sama kamu. Saya sering minder. Saya gak sehebat mereka-mereka yang suka sama kamu. Saya gak sehebat dianya kamu juga. Dan pikiran ini terlintas saat saya ingin ketemu kamu sebelum kamu pergi. Saya tahu kamu gak peduli sama saya. Bahkan hal kecil sekalipun, kamu gak akan mengingat saya walau hanya sehitungan detik. Haruskah saya mundur saja?

Korban Keegoisan

Ada seorang anak, sekarang dia berdiri diantara ayah dan ibunya. Ibunya membenci ayahnya tanpa alasan yang anak itu ketahui. Ayahnya hanya mampu bersabar dengan sikap ibunya. Si anak tahu, ayahnya sangat sedih dengan keadaan seperti itu, tapi sang ayah pandai menutupinya. Si anak bingung, dia serba salah. Orang tuanya mengajarkan untuk tidak membenci orang lain tanpa alasan yang jelas. Dia menerapkan itu. Lalu, keadannya sekarang membuatnya bingung. Diantara ayah dan ibunya dia berdiri.

Dia bertanya pada ibunya,

“Bu, aku bingung. Aku serba salah. Ibu dan ayah dulu waktu aku kecil mengajarkan untuk tidak membenci orang lain tanpa alasan yang jelas. Lalu sekarang aku ada diantara ayah dan ibu. Jangan paksa aku untuk memilih ayah atau ibu. Aku bingung, aku serba salah bu. Buat aku, yang ada hanya ayah DAN ibu. Bukan, ayah atau ibu. Jangan ajarkan aku untuk membenci kalian satu sama lain, Bu”