Hari Untuk Dianda

“Ini..” kataku sambil memberi dia bunga dan sekotak kado.

“Aku gak tahu harus ngomong apa..” dia menatap aku dengan mata berkaca-kaca.

“Orang yang aku pengen ada disampingku, sekarang malah gak ada”

“Aku tahu..” aku menjawab lesu.

“Makasih buat bunganya” dia menunduk.

Aku memandang kamu yang sedang menunduk melihat bunga yang aku kasih.

“98 bunga mawar, dan jadi 99 sama kamu. Sama cantiknya..”

“Maaf jika itu dari aku, dan bukan dari orang yang kamu pengenin” lanjut aku.

***

98 bunga mawar sudah aku pegang, aku tersenyum melihatnya. Membayangkan kamu senyum juga melihatnya.

***

Bagian mana yang aku gak tahu soal kamu? Banyak, nda. Yang aku tahu, aku pengen ngebuat kamu senyum setiap hari, termasuk hari ini. Walau hari berpisah sama kamu jadi semakin dekat. Dan walau itu semua mungkin bukan yang kamu pengenin dari aku, tapi dari dia. Aku gak peduli, nda.

Hari ini: makan sama kamu, ngeliat kamu memejamkan mata karena kelelahan, nemenin kamu ke rumah sakit, nemenin kamu ke 7eleven, dengerin kamu telfon-telfonan sama dia (itu bagian sedikit nyeseknya sih), dan hal-hal lainnya yang aku lakuin sama kamu itu aku nikmatin setiap detiknya. Kalau itu hari terakhir aku, hari terakhir bisa sama kamu, aku gak akan pernah menyesalinya.

Semoga tercapai segala keinginan kamu, ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s