You are My Life Lesson

Kamu pergi meninggalkan luka. Sakit. Saya rajut luka itu perlahan. Sampai saat ini. Meniup setiap perihnya, agar cepat kering. Saya belajar melepaskan, saya belajar mengikhlaskan, saya belajar bertahan. Kamu yang mengajari itu semua.

Akan kah kamu mau menyambut jabatan tangan jika suatu saat kita bertemu lagi? Setidaknya, saya masih akan menunggu sampai kamu mau menyambut jabatan tangan saya lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s