Curcol

Kasus posisi:

Di kantor mbak A gamau bantuin kerjaan mbak B dan C dengan alasan mereka jarang membantu pekerjaan mbak A. Mbak B dan C tahu kalau mbak A gamau bantuin kerjaan mereka. Lalu merek juga keesokan harinya gamau bantuin kerjaan mbak A. Mbak A berpartner dengan adek D. Adek D suka bantuin kerjaan mbak B dan C. Karena dia sadar bahwa mbak B dan C kadang suka bantuin juga. Bantuan sekecil apapun yang dilakuin mbak B dan C menurut adek D adalah hal yang sangat membantu. Tapi sayang mbak A gak punya pemikiran yang sama dengan adek D.
Mbak A gamau bantuin kerjaan mbak B dan C. Kemudian mbak B dan C membalas dengan gamau bantuin kerjaan mbak A dan adek D. Perhitungan. Balas-membalas. Tapi adek D punya pendirian sendiri. Dia gamau seperti mbak A, B, dan C. Selama kerjaan dia udah selesai dan bisa bantuin mbak B dan C maka dia akan mengerjakannya sebaik mungkin. Dia gamau punya pribadi jelek kaya mbak A, B dan C. Adek D korban keegoisan mbak-mbak senior. Adek D percaya ‘what goes aroun comes around’. Hal jelek sebaiknya jangan dibalas dengan hal jelek juga. Biar orang lain menilai berdasarkan tindakan nyata, bukan kata si ini dan si itu.

Sekian curcol dari seorang junior di kantor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s