Life Lessons

I won’t let anyone hurt me. I won’t let anyone make me down. Including you.

I always remember this: don’t do to others what you don’t want the others do to you; what goes around comes around.

Pardon me because I hate you now.

Advertisements

Katarsis

image

Some people come into our lives as blessings. Others come into our lives as lessons.

Nyaris semalam saya tidak bisa tidur. Kata-kata kamu beresonansi di kepala saya seharian kemarin. Tapi saya beruntung, bekerja hingga sore membuat saya sedikit teralihkan. Lalu datang malam, kata-kata dari kamu membuat resonansi lagi di kepala.

Saya benci kamu. Saya benci kamu. Saya benci. Sungguh.
Itu yang ada di dalam dada. Benci yang memenuhi rongga dada. Kata-kata yang beresonansi di kepala.

Kamu pelajaran buat saya, bahwa saya harus lebih menyayangi hati, saya jangan melukai, saya tidak boleh dijatuhkan orang lain, dan saya belajar benci kepada kamu.
Terimakasih.

***

The Power of Word to Hurt You

image

Kata-kata memang tidak memiliki kekuatan menyakiti. Tapi ketika itu dikeluarkan oleh orang yang kamu sayang, maka ia memiliki kekuatan untuk menyakiti.
Seperti pagi ini. Berbohong ataupun tidak, saya tahu pasti jawabannya adalah kamu tetap akan mengatakan tidak.

Friendlist aku udah penuh, sorry you can’t in on my friendlist.

Gak penuh juga gak apa-apa gak di accept, di deny aja.

***

Yes, You Are

image

How perfect you looked sitting alone in an empty room of the restaurant. Ah I can’t even describe how amazing it was to see you. It was perfect, everything. You in the corner, and me with the flower. Just like the first time we met.

— Keenan —

Life is Struggle

image

Life is struggle. Without struglle there can be no progress.

Bapak berangkat pagi sekali. Seperti biasa. Dia mengeluarkan becaknya sepagi ini. Bapak biasa bangun jam 3 pagi, becak kesayangannya selalu dicucinya setiap hari.
Aku juga biasa bangun pagi mengikuti bapak. Menyiapkan sarapan ala kadarnya untuk dia. Pisang goreng dan secangkir kopi. Bukan roti atau pun susu sapi. Kata ayah pisang dan kopi yang aku buat adalah yang terenak. Tentunya setelah buatan ibu. Ibu meninggal seminggu yang lalu. Sakit yang kami pun sulit menyembuhkannya, karena tidak punya uang.

“Nduk, bapak pergi dulu ya. Kamu jangan lupa sekolah. Adik-adikmu jangan lupa disuruh sarapan dulu. Doakan bapak bisa dapat uang untuk beli beras yaa”

Aku mengangguk. Beras kami sudah hampir habis, hanya cukup untuk makan satu orang saja.

Semoga bapak selalu sehat, dan semoga aku masih cukup kuat untuk bisa bantu bapak. Aku selalu ingat kata pak ustadz: Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila mereka tidak berusaha untuk mengubahnya sendiri.

Aku yakin ada hidup yang lebih baik di depan sana nanti. Bapak terimakasih. Ibu sampaikan pada Allah bahwa aku akan terus berusaha sekuat tenaga.

***

Hot and Cold

image

Absence: I remember when time gave me a chance to share moments with you.

Jika itu adalah pelukan terakhir yang kamu berikan, maka saya tidak akan pernah menyesalinya. Merindukan, mungkin iya.

Saya mulai masuk ke boarding pass stasiun. Saat itu saya tahu bahwa nanti kamu akan pergi. Saya membalikkan badan, ingin melihat kamu hilang perlahan. Agar saya tak menyesal. Agar saya selalu ingat walau hanya punggung yang terlihat.
Airmata saya turun. Saya terlalu jaim untuk menangis di depan kamu.

***

Saya gak pernah mengkasari orang, tapi kali ini saya rasa saya cukup bersabar dengan sikap kamu. Kamu menunjukkan apa yang seharusnya tidak kamu lakukan melalui jejaring sosial …

Seperti tamparan buat saya. Benar, kata-kata bisa membuat hati terluka. Dan terus diingat. Apa salahnya jika ingin menunjukkan kangen? Tapi saya belajar. Bahwa apapun itu jangan pernah menyakiti orang lewat perbuatan, apalagi perkataan.

Kamu pergi. Pergi dari dunia nyata, dan dunia maya.

***

Kamu hangat. Lalu kamu dingin.
Kamu ada. Lalu kamu pergi.