Sebuah Pemikiran

Ketika teringat gagal yang lalu-lalu, hati jadi berasa dingin. Ketika kehangatan datang, hati menjadi bimbang. Dia takut kecewa. Dia takut terluka. Dan mungkin dia sudah terlalu lelah. Kemudian dia paham, dia juga takut untuk membahagiakan. Karena membahagiakan itu menyangkut banyak orang, bukan cuma satu tapi masih ada mereka. Fokus pada yang pasti-pasti saja, jika hangat itu akan tetap hangat maka apapun yang terjadi maka terjadi lah. Jika bisa mengerti, maka dia beruntung. Bukan hanya menuntut ini-itu, tapi lihat bahwa membahagiakan bukan hanya menyangkut satu orang.
Oh begini hidup menjadi orang gede. Begitu pikirnya.

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s