Hot and Cold

image

Absence: I remember when time gave me a chance to share moments with you.

Jika itu adalah pelukan terakhir yang kamu berikan, maka saya tidak akan pernah menyesalinya. Merindukan, mungkin iya.

Saya mulai masuk ke boarding pass stasiun. Saat itu saya tahu bahwa nanti kamu akan pergi. Saya membalikkan badan, ingin melihat kamu hilang perlahan. Agar saya tak menyesal. Agar saya selalu ingat walau hanya punggung yang terlihat.
Airmata saya turun. Saya terlalu jaim untuk menangis di depan kamu.

***

Saya gak pernah mengkasari orang, tapi kali ini saya rasa saya cukup bersabar dengan sikap kamu. Kamu menunjukkan apa yang seharusnya tidak kamu lakukan melalui jejaring sosial …

Seperti tamparan buat saya. Benar, kata-kata bisa membuat hati terluka. Dan terus diingat. Apa salahnya jika ingin menunjukkan kangen? Tapi saya belajar. Bahwa apapun itu jangan pernah menyakiti orang lewat perbuatan, apalagi perkataan.

Kamu pergi. Pergi dari dunia nyata, dan dunia maya.

***

Kamu hangat. Lalu kamu dingin.
Kamu ada. Lalu kamu pergi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s