Keinginan

Siapa sih yang gak punya keinginan ini dan itu? Gak mungkin gak ada orang yang kepengennya ini dan itu, termasuk saya. Tiba-tiba saya mempunyai keinginan untuk bersekolah lagi. Ya, saya kangen berdiskusi, saya kangen mengerjakan tugas (yang pada saat dikerjakan pasti ada aja keluhan yang keluar), saya kangen kehidupan kampus dan kehidupan sebagai seorang mahasiswa 😦

Tapi… Kemudian banyak pikiran ini dan itu juga di benak saya. Sekarang saya sudah bekerja di sebuah bank plat merah di kota saya. Alhamdulillah saya menikmatinya walaupun itu bukan passion saya. Pikiran realistis menempatkan saya pada pekerjaan saya itu, dan sempat membuat saya ragu bahkan bertanya “apakah memang ini yang saya inginkan?”
Nah terkadang tidak bohong juga pemikiran realistik dan keabu-abuan akan masa depan membuat kepala berpikir keras dan bentrok, itulah yang kadang mengganggu pikiran saya. Uang memang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Dan ketika di jaman yang serba sulit seperti saat ini yang mana mencari pekerjaan saja sulit, orang-orang terdekat saya bilang “sudah bekerja saja mau apa lagi..”
Seakan kehilangan sebuah kata semangat “tenanglah nak, apapun yang kamu ambil bapak/ibu akan dukung asal kamu bertanggungjawab dan bahagia menjalaninya” Ah sayangnya saya tidak mendapatkan itu secara gamblang. Ya karena pemikiran realistis tadi..

Kemudian, salah satu mimpi saya untuk bisa bersekolah lagi pun menampar saya kemarin. Keinginan itu menggebu, sampai-sampai semalam saya susah tidur dan giat membrowsing beasiswa dalam dan luar negeri. Tapi kemudian ketakutan saya juga mencuat, ketakutan akan keadaan ‘harus merelakan meninggalkan pekerjaan’ (yang notabene katanya mencari pekerjaan itu sulit di jaman sekarang) VS ketika sudah sampai tahap merelakan kehilangan pekerjaan, saya sudah berkuliah, dan kemudian seolah seakan kembali ke titik 0 yang mana harus melamar pekerjaan tadi. Itulah…

Agama saya bilang: kun fayakun, jadi maka terjadilah. Jika Allah menghendaki jadi maka terjadilah. Semua kembali pada Allah, jangan takut ini dan itu.. Allah tidak menyuruh kita untuk sukses, Dia hanya menyuruh kita untuk berdoa dan berusaha.
Keyakinan itu saya pegang, tapi saya juga manusia yang masih selalu memiliki keraguan. Apalagi melihat realita yang terjadi di kehidupan saya, banyak ini dan itu yang membuat saya semakin bimbang. Saya mencoba memahami, bersabar, berdoa, dan berusaha. Jika Allah menghendaki usaha saya, maka apapun yang menurut saya susah dan tidak mungkin, untuk Allah itu akan menjadi mudah dan terjadi.

Maka kali ini, nothing to lose saya mau berusaha. Saya dapat info-info beasiswa mulai dari University of Edinburg, Liverpol University, Kent Law School University, Summer Course Oxford, akan saya coba apply. Setidaknya saya sampai tahap mencoba.

— Kamar tidur, saat adzan Maghrib —

…….

There are…
There are times when we feel, we have all the power to conquer the world. To make other people happy.

But there are also times when we need to consider our happiness.

You are not a super human. You are just a simple human being. You have limits.

And at the end we all want people to remember us, miss us when we perish.

We make mistakes and sometimes we choose our mistakes. Asking to be drag in the hole. Then we seek and learn from it, be wiser than before. Another experience to move on.

You have limit. You deserve to be happy. You have right to choose your own happiness.

Happiness?? Kind of a blur. Its all temporary. Nothing last forever.

— Annisa —

Kartu Suara

image

Sederet kata tertulis dalam secarik kartu. Dia datang setelah lama ditunggu-tunggu. Ketika hati mulai membaca dari mulai kalimat pertama hingga terakhir seakan suara si penulis yang membacakannya. Jelas dan keras. Lembut teringat setiap resonansi suaranya. Jika kedua mata tertutup pun masih bisa menerka siapa si pemilik suara.

🙂

Pagi Pagi Pagi Pagi

Pagi pagi pagi pagiii!

Fiuh baru sampe kantor dan…..kesiangan sedikit. Harusnya dan biasanya datang kantor itu gak lebih dari jan 07:10 ini lebih 7 menit. Kena macet di daerah Kesambi, seperti biasa –”

Udah 2 hari ini selalu kena macet disitu dan kejebak kereta di Kesambi. Padahal pagi ini berangkatnya sudah agak dipercepat, tapi masih kena macet dan kereta juga. Hmm.
Jadi kesimpulan 2 hari ini adalah lebih baik lewat jalan layang dibanding lewat jalan biasaa.. Biarpun walau harus melawan kendaraan-kendaraan besar dan berat.

Hah!

Semoga baik-baik saja hari ini. Bismillah.

Selamat bekerja..

Pablo Neruda — I Can Write

Tonight I can write the saddest lines.

Write, for example, ‘The night is starry
and the stars are blue and shiver in the distance.’

The night wind revolves in the sky and sings.

Tonight I can write the saddest lines.
I loved her, and sometimes she loved me too.

Through nights like this one I held her in my arms.
I kissed her again and again under the endless sky.

She loved me, sometimes I loved her too.
How could one not have loved her great still eyes.

Tonight I can write the saddest lines.
To think that I do not have her. To feel that I have lost her.

To hear the immense night, still more immense without her.
And the verse falls to the soul like dew to the pasture.

What does it matter that my love could not keep her.
The night is starry and she is not with me.

This is all. In the distance someone is singing. In the distance.
My soul is not satisfied that it has lost her.

My sight tries to find her as though to bring her closer.
My heart looks for her, and she is not with me.

The same night whitening the same trees.
We, of that time, are no longer the same.

I no longer love her, that’s certain, but how I loved her.
My voice tried to find the wind to touch her hearing.

Another’s. She will be another’s. As she was before my kisses.
Her voice, her bright body. Her infinite eyes.

I no longer love her, that’s certain, but maybe I love her.
Love is so short, forgetting is so long.

Because through nights like this one I held her in my arms
my soul is not satisfied that it has lost her.

Though this be the last pain that she makes me suffer
and these the last verses that I write for her.

Pagi Tadi…

Hmm.. Kerjaan mulai banyak, artinya badan harus fit. Bayangkan kalo udah pertengahan bulan begini sampai nanti tanggal 25, dalam sehari itu bisa nginput 600an tabungan. Dahsyat ya. Iya jari sama matanya capek.

Tadi pagi suasana hati dan suasana muka memang lagi agak muram, gara-gara sisa kesal semalam dan keinget sama kamu. Keduanya itu akibat perbuatan teman saya. Mood kaya gitu terbawa sampai kantor, udah mana saya lagi flu ndak enak badan.. Hmm. Lalu ternyata mbak-mbak teman kerja saya menyadari ada yang aneh sama saya. Mereka bilang, saya jadi pendiam pagi tadi. Saya sontak kaget, kok mereka bisa tahu ada hal yang saya pikirkan dan rasakan sih… Padahal mereka kenal saya juga belum lama. Saya terharu juga. Alhamdulillah masih sedikit diperhatikan orang lain.
Lalu seperti biasa, saya keluarkan jurus pura-pura saya. Saya bilang saya gak kenapa-kenapa. Saya baik-baik saja. Dan keadaan pun kembali normal seperti biasa. Mereka mulai menceritakan soal anal-anak mereka yang tadi pagi ngapain, yang kemarin ngapain, dll. Di tempat saya kerja memang saya seperti mendapatkan banyak kakak, tapi saya juga tetap harus hati-hati melihat mana teman dan mana yang harus ada rem untuk dekat.

Hmm..

— Kamar tidur, 18:43 —

Akhir Hari, Kesal

Akhir hari ditutup dengan kepala pusing dan rasa kesal. Mari kita ucapkan…. Astaghfirullahaladzim. Senyum dulu ah.. 😀

Kemarin-kemarin saya cerita soal teman saya, tulisannya ada disini ‘Pesan untuk Kawan’. Nah itu yang bikin saya kesal malam ini. Kalau ketemu langsung pun dia masih suka ngungkit-ngungkit soal kamu, padahal dia tahu kalau saya masih dalam tahap penyembuhan dari kamu. Tapi kali ini kalau saya dibegitukan, reaksi saya hanya senyum kecut dan diam. Ndak kepancing. Biarin aja dia mau ngemeng apaan, tapi malam ini saya memanas. Saya katakan semua pada dia. Mmm ya gak semua juga sih, tapi cukup buat saya sedikit mengungkapkan apa yang ingin saya bilang. Menegurnya agak keras. Hmm.

Setidaknya besok Senin ada kegiatan yang bisa menghilangkan kenangan tentang kamu, juga kekesalan-kekesalan lainnya.

— Kamar tidur, 20:09 —