Meet a Stranger

Percaya gak? Kadang cerita sama orang yang gak dikenal itu jauh lebih plonk ketimbang dengan siapapun yang selalu kamu ceritakan. Beberapa hal tentunya.

Saya sih percaya. Itu yang saya alami. Dia teman yang baru saya kenal tapi kami sudah lumayan banyak bertukar cerita. Hal yang gak saya temuin ketika saya bercerita dengan teman yang biasa jadi ‘tempat sampah’ saya adalah si orang baru itu tidak menyindir, menjadikan bahan becandaan apa yang saya ceritakan ke dia.
Setidaknya saya tidak merasakan sakit hati dibecandain, tidak seperti yang kadang saya terima dari teman tempat saya bercerita.

Dengan orang asing saya hanya ingin didengarkan. Karena saya terkadang letih untuk mendengarkan. Itulah kenapa terkadang saya introvert. Tapi saya juga capek dengan posisi yang terus mendengarkan. Ah.
Sampai pada saatnya nanti, saya percaya kalau saya akan bertemu dia yang mau mendengarkan dengan antusias apapun yang saya ceritakan, memberikan tanggapan yang mampu membuat saya merasakan hangat dan lembutnya didengarkan. Dan begitu juga saya, saya yang tidak merasa capek ketika mendengar dia bercerita ini dan itu tanpa ada yang ditutup-tutupi. Saya dan dia pastilah bertemu di suatu saat yang tepat nanti (dan segera), dan kami sama-sama merasakan bahwa satu-sama lain adalah orang yang tepat selama ini.

Aamiin ya rabbal’alamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s