Sayang Kalian

Saya sadar bahwa hidup tidaklah mengalami stagnasi. Hidup itu berjalan. Waktu berbunyi tik tok menandakan bahwa ia hidup.

Saya sadar, bahwa disaat saya bertumbuh dewasa uban di kepala kedua orang tua juga bertambah. Papah dan mamah sudah tidak muda lagi, mereka menjadi sepuh.
Papah yang sudah mulai agak sering sakit-sakitan. Hari ini saya membelikan papah sebuah tongkat bantu untuk berjalan. Ya, asam urat papah kumat lagi. Kakinya terasa nyeri sehingga sedikit kesulitan berjalan.

Hari ini saya belikan papah tongkat. Pulang kerja saya ke tempat yang saya tahu jual tongkat. Ketika saya sampai rumah saya bilang ke papah “Pah ini buat papah, maaf ya pah kalo papah mungkin tersinggung tapi de kasian ngeliat papah jalannya begitu”
Papah dengan suara agak terbata cuma bilang makasih. Saya terharu. Papah ndak tersinggung dan ndak marah.

Pah, selama adek masih ada, adek akan sangat berusaha semaksimal mungkin untuk membantu semuanya. Adek akan jadi anak yang bisa diandelin mamah dan papah.

Yang sehat-sehat ya mah, pah :’*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s