Kepada Kamu

Mencoba mengerti apa yang terkadang tidak dimengerti itu susah ya? Berdiri diantara teruskan dan pergi saja juga membuat banyak pertanyaan muncul. Teruskan akan apa yang dipunyai dan dirasakan tapi gak tahu akan sampai kapan dan seberapa babak belurnya sebuah penantian. Membiarkan pergi tapi seakan masih punya keyakinan bahwa pasti suatu saat nanti akan ada kesempatan.

Saya maunya kamu. Saya butuhnya kamu. Tapi kamu ada diantara ‘teruskan’ dan ‘pergi saja’ itu. Kamu adalah apa yang saya yakini. Sesuatu yang abstrak, tapi saya yakin bahwa nanti pasti akan. Kamu juga yang membuat saya bertanya pada diri sendiri “Mau sampai kapan?”

Entah seberapa rindu yang harus saya ucapkan supaya kamu tahu. Entah seberapa waktu sampai tiba masanya pasti akan. Entah sebanyak apa keyakinan yang harus saya beri supaya kamu tidak ragu. Dan entah seberapa banyak ini dan itu supaya kamu melihat saya bahwa saya sayang kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s