Luapan

Ada apa dengan mereka?
Melihatku dengan memicingkan mata.
Meneriaki ku dengan penekanan suara.
Aku tak pernah mengganggu.
Aku tak pernah mau tahu.
Aku tak mengurusi hidup mereka.
Kenapa kejujuran ku membuat mereka mencerca?
Tahu apa mereka tentang aku?!
Mengenal pun saja tidak!
Tahu apa mereka tentang aku?!
Meneriaki ku seakan aku paling berdosa!
Tak adakah cermin di setiap rumah?
Tak adakah hati bersuara?

Tapi aku takkan marah,
Marah hanya melumat sgala yang ada.
Aku benci marah.
Jika kejujuran saja sudah mengusik,
Sebegitu betahkah mereka tinggal dalam kebohongan?
Pih!

Advertisements

Sing Loudly as Lions Roar

If I could catch a rainbow, I would do it, just for you,
And, share with you, its beauty, on the days you’re feeling blue.

If I could, I would build a mountain, you could call your very own.
A place to find serenity, a place just to be alone.

If I could, I would take your troubles, and toss them into the sea.
But, all these things, I’m finding, are impossible for me.

I cannot build a mountain, or catch a rainbow fair;
but, let me be, what I know best,
A Friend, who’s always there.

I promise to defend you, should the occasion ever rise,
And, I promise to wipe away the tears,
which might stream from your weeping eyes.

Let me be the trusted Friend, the one that you know best.
I will never leave you, on that, you can surely rest.

Sandra Lewis Pringle — Sing Loudly as Lions Roar

Tentangmu

Tentangmu
dalam hati, terapalkan
Tentangmu
rasa yang bisu, terasakan
Tentangmu
kejujuran, tanpa pertanyaan
Tentangmu
tak ada tanya dan koma, hanya titik yang pasti
Tentangmu
tak tersentuh, terpagut rasa
Tentangmu
pengabaian yang kadang tak dimengerti
Tentangmu
cemburu dan rindu terasa bersama
Tentangmu
banyak tanya ‘kenapa’ tak terjawab
Tentangmu
tak ingin memaksa rasa
Tentangmu
ku punya cerita, tak banyak yang tahu
Tentangmu
terkadang rindu, tak tahu harus apa
Tentangmu
ada rasa yang tak terbatas namun terbatasi
Tentangmu
bukan ku tak ingin, tapi ku tak bisa

Parau rindu, luka perih menahan rasa, tak dapat diungkap karena keterbatasan rasa. Tak ingin memaksa, walau menuai luka menahan rasa. Kenapa aku ini? Tentangmu semua itu ku rasakan. Tolong aku…

AKU INGIN

 

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sapardi Djoko Damono